Home » Gambaran Umum Sekolah Pantara

Gambaran Umum Sekolah Pantara

Pemberian penghargaan kepada Pembina Yayasan Pantara, Ibu Karlinah U. Wirahadikusumah

Pemberian penghargaan kepada Pembina Yayasan Pantara, Ibu Karlinah U. Wirahadikusumah

BISA belajar kemudian berprestasi adalah harapan setiap orangtua yang ditumpukan kepada buah hatinya.

Setiap anak memiliki kemampuan dan kekuatannya sendiri-sendiri.
Mereka adalah individu spesifik.

Semua sekolah pasti berupaya untuk memberikan layanan pendidikan bagi pengembangan potensi dasar siswa-siswinya. Kenyataannya, di sekolah-sekolah yang tersedia, tidak semua anak dapat berhasil mencapai prestasi yang diharapkan.

Di antara mereka adalah anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik.

SEKOLAH PANTARA, institusi pendidikan yang mengkhususkan dalam pendidikan untuk anak-anak yang berkesulitan belajar spesifik (Learning Disabilities/Learning Differences), yang kemudian disebut sebagai anak LD.

Mereka memiliki kesulitan pada satu atau beberapa bidang, seperti :

Membaca (Disleksia)
Menulis (Disgrafia)
Berhitung (Diskalkulia)
Berbahasa (Disfasia)
Sulit berkonsentrasi (ADD, Attention Deficit Disorder)
Hiperaktif (ADHD, Attention Deficit and Hyperactivity Disorder)

dengan tingkat kecerdasan rata-rata atau diatas rata-rata.

 

Latar belakang Pendirian Sekolah Pantara

Guru dan orang tua sering kali mengeluhkan murid dan anaknya tidak dapat mengikuti pembelajaran di sekolahnya. Hasil bejarnya tidak mencerminkan dengan potensi belajar yang dimiliki murid dan anaknya. Tidak seperti murid-murid atau anak-anak lain pada umumnya. Pada saat pembelajaran berlangsung beberapa dari mereka ada yang sulit untuk memfokuskan konsentrasi belajarnya. Sehingga tugas-tugas belajarnya sering tidak selesai atau diselesaikan dengan tambahan waktu yang ekstra.

Beberapa anak ada yang belum dapat membaca dengan lancar meski umurnya sudah cukup, meskipun organ artikulasi, indra visual dan auditorinya tidak memiliki masalah. Keluahan lainnya meski ada yang sudah lancar membaca, namun ia masih sulit bila diminta untuk menceritakan kembali isi bacaan yang baru saja di bacanya. Guru-guru di sekolah umum juga mengeluhkan beberapa anak yang sulit sekali menyelesaikan soal Matematika meski sudah diberi contoh dan dilatih berulang-ulang.

Keluhan juga sering didapati adanya beberapa murid yang pengorganisasian dirinya bisa dibilang berantakan, seperti sering lupa mengerjakan PR, lupa membawa PR, di sekitar tempat duduknya terlihat kurang rapi, buku dan alat tulisnya sering hilang atau tertinggal. Guru dan orang tua sudah mencoba menggunakan berbagai metode tetapi hasilnya kurang memenuhi harapan. Dari berbagai masalah itulah kemudian SD Pantara ini didirikan.

SD Pantara mengkhususkan diri untuk menangani murid-murid yang memiliki permasalah seperti dicontohkan di atas. Atau dalam dunia pendidikan khusus murid-murid yang mengalami masalah di atas secara umum disebut murid berkebutuhan khusus atau lebih khusus lagi murid berkesulitan belajar khusus atau spesifik.

PENANGANAN

SD Pantara menerapkan sistem layanan pendidikan inklusif. Siswa yang mengalami berkesulitan belajar khusus di tempatkan satu kelas dengan siswa  umum. Meski pun demikian SD Pantara menerapkan sistem menejemen kelas kecil dimana dalam satu kelas muridnya hanya berjumlah maksimal lima belas orang dengan dua orang guru. Dengan sistem ini perhatian terhadap kebutuhan siswa berkesulitan belajar khusus masih terpantau dan dapat tertangani.

Pendidikan yang terpadu dan menyeluruh dimana siswa dapat mengembangkan potensinya, sangat diperlukan diantaranya bagi anak-anak yang berkesulitan belajar. Dengan kesulitan belajar yang mereka alami, anak-anak LD seringkali mengalami kesulitan untuk mengembangkan potensi-potensi dasar yang mereka miliki. Kegagalan berulang-ulang yang dialami di sekolah umum membuat mereka putus asa dan merasa rendah diri, sehingga mereka mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan yang pada akhirnya tidak menyukai sekolah.

Melalui pendekatan terpadu interdisipliner, Sekolah Pantara mencoba untuk memberikan layanan pendidikan khusus sesuai dengan kebutuhan siswa, melalui :

  1. Program peningkatan keterampilan dasar membaca, menulis, berhitung, dan berbahasa.
  2. Mengacu pada kurikulum Nasional dengan modifikasi pada metode pengajaran.
  3. Mengutamakan kebutuhan individual siswa
  4. Manajemen kelas kecil, 15 siswa tiap kelas dengan 2 orang guru
  5. Penekanan program yang menekankan pada keterampilan sosial anak, dengan tujuan menyiapkan anak untuk kembali bersekolah di sekolah umum dan dapat berperan dalam kehidupan di masyarakat.
  6. Program pendukung yang mengarah pada perbaikan motorik siswa, baik motorik halus maupun motorik kasarnya

SEKOLAH PANTARA ?

  1. Sebagai salah satu program Yayasan Pantara yang merupakan satu-satunya Sekolah Dasar di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam penanganan anak-anak berkesulitan belajar spesifik (LD),
  2. Menjadi pusat rujukan Sekolah Dasar dari seluruh Indonesia dalam penanganan dan pendidikan siswa yang mengalami kesuliltan belajar spesifik
  3. Pusat pelatihan guru dan orangtua. Dengan tenaga pelatih yang berpengalaman dalam menangani dan mendidik anak-anak berkesulitan belajar spesifik
  4. Menjadi tujuan para mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan untuk melakukan praktek kerja lapangan, observasi, dan penelitian yang berkaitan dengan penanganan anak LD

Tingkat pendidikan yang  dilayani diSekolah Pantara adalah :

  1. Intervensi Dini Pantara (early Intervention), menangani anak-anak usia 3 s/d 6 tahun yang terdeteksi mengalami hambatan perkembangan terutama yang berisiko kesulitan belajar spesifik, dengan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kesulitan yang dimiliki.

      Pelayanan Intervensi Dini meliputi :

      a. Penanganan pendidikan :

          Usia 3-5 tahun (pra-sekolah), penekanan program pada pengembangan keterampilan motorik, persepsi dan bahasa

          Usia 5-6 tahun (persiapan sekolah), penekanan program pada persiapan SD, yakni pengembangan kesiapan sikap belajar, kemampuan pra-bahasa & pra-matematika

      b. Pusat Identifikasi:

          Konsultasi psikologik mengenai : tumbuh kembang anak dan masalah sosial emosional

         Asesmen psikologik dan akademik

       c. Pusat Informasi, layanan informasi program dan penanganan serta perpustakaan tentang penanganan anak usia dini

     DSC00559 563187_577998778878669_468693447_n

2.    Sekolah Dasar Pantara, didirikan pada tanggal 1 Juli 1997. Sekolah ini merupakan sekolah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam pendidikan untuk anak-anak berkesulitan belajar spesifik.

SD Pantara menggunakan kurikulum Nasional. Siswa yang mengalami kesulitan belajar khusus juga menggunakan Kurikulum Nasional karena karakter intelegensia murid berkesulitan belajar khusus umumnya memiliki intelegensia rata-rata ke atas. Dengan modifikasi metode dan media yang dikembangkan dalam proses pembelajaran siswa berkesulitan belajar khusus pun mampu mencapai target indikator yang dikembangkan dari kompetensi dasar dan standar kompetensi Kurikulum Nasional. SD Pantara juga mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan di SD Pantara (tidak menginduk).

Program Akademik :

  • Peningkatan keterampilan membaca, menulis, dan berhitung
  • Mengacu pada kurikulum Nasional dengan modifikasi pada metode pengajaran
  • Memperhatikan/mengutamakan kebutuhan individual siswa
  • Manajemen kelas kecil, ± 15 siswa dengan 2 orang guru dalam kelas

Progam-program Pendukung :

  • Kegiatan belajar yang berupa pengalaman langsung di dalam maupun di luar sekolah
  • Selain pembelajaran aktif dalam kelas kecil, setiap satu semester anak-anak melakukan pembelajaran di lapangan, yaitu berupa field trip ke sumber belajar yang berkaiatan dengan materi. Seperti museum, taman mini, balai penelitian dan sebagainya.
  • Untuk menunjuang kebutuhan geraknya setiap hari sebelum belajar siswa melakukan senam pagi.
  • Pelatihan keterampilan sosial untuk mengembangkan konsep diri yang positif
  • Kegiatan penunjang lain :
  1. Berenang setiap sebulan sekali
  2. Jalan sehat dan Senam
  3. Pramuka
  4. Mengunjungi tempat-tempat fasilitas umum (bank, pasar, swalayan, kantor pos)
  5. Pesantren kilat
  6. Asssembly setiap  tiga bulan sekali
  7. Perayaan hari besar agama
  8. Kegiatan bersama : Home Visit, memasak, motorik
  • Kegiatan ekstra kurikuler :D i samping menggunakan Kurikulum Nasional, kurikulum di SD Pantara juga di tunjang dengan kurikulum pendukung. Kurikulum tersebut biasa di sebut ekstra kulikuler atau di SD Pantara biasa disebut Kegiatan Usai Sekolah (KUS). KUS yang ada di SD Pantara antara lain, KUS Musik, KUS Motorik, KUS Komputer, KUS Futsal, Iqro Qur’an, KUS Melukis.

Henny 072                   IMG_5724

Penampilan di Ulang Tahun Pantara ke XV             SONY DSC