Home » Apa itu Kesulitan Belajar Spesifik

Apa itu Kesulitan Belajar Spesifik

MEREKA adalah individu yang memiliki cara atau gaya belajar berbeda (learning differences). Pada awalnya, dipakai istilah learning disability atau ketidakmampuan belajar. Sebuah istilah yang dinilai  semena-mena, dan memberikan konotasi negatif,  seolah-olah mereka adalah anak-anak yang tidak memiliki masa depan dan tidak mampu belajar dengan baik .

Dalam perkembangannya, penggunaan istilah learning disability menjadi tidak populer dan tidak pernah digunakan lagi. Kini  lebih sering digunakan istilah yang lebih manusiawi yakni learning difficulties atau learning differences yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai anak dengan “cara belajar yang berbeda,” yang bisa dimasukkan dalam kelompok anak berkebutuhan khusus atau children with special needs. Selanjut-nya disebut sebagai anak LD.

Anak LD adalah anak yang memiliki disfungsi minimum otak (DMO), sehingga membuat bercampuraduknya sinyal-sinyal di antara indera dan otaknya.

Anak LD adalah individu yang memiliki kecerdasan (IQ) rata-rata, bahkan sangat mungkin di atas rata-rata, namun memiliki masalah dalam pemrosesan di dalam otaknya tatkala menerima stimulasi melalui inderanya. Kondisi demikian sering melahirkan perbedaan yang nyata antara hasil tes IQ dengan prestasi akademiknya di sekolah.

Anak LD biasanya tampil kurang dewasa dibanding anak lain yang seusia. LD cenderung mempengaruhi koordinasi fisik dan perkembangan emosional mereka. Kebanyakan anak LD juga sulit mengenali hal-hal yang memungkinkan manusia mampu berfungsi dengan tepat dalam situasi sosial, akibatnya anak LD terlihat seperti mempunyai kebiasaan sosial yang “berbeda” sehingga sulit diterima oleh anggota masyarakat di sekitarnya.

Mereka memang memiliki masalah di dalam dirinya yang kadang-kadang membuat masyarakat di lingkungannya merasa terganggu. Akibatnya, kehadirannya ditolak, bahkan tidak jarang memperoleh stigma-stigma negatif seperti bodoh, nakal, trouble- maker dan lain-lain.

Untuk memahami mereka, barangkali kita bisa menganalogikan dengan seseorang yang sedang belajar bahasa asing. Sebelum faham benar, sudah dipaksa untuk menerjemahkan. Anak LD selalu “menerjemahkan” sesuatu ke dalam “bahasa” yang bisa diterima dan dimengerti oleh otaknya.

Gejala-gejalanya

  1. Gangguan Persepsi Visual
  • Melihat huruf/angka dengan posisi yang berbeda dari yang tertulis, sehingga seringkali terbalik dalam menuliskannya kembali.
  • Sering tertinggal huruf dalam menulis.
  • Menuliskan kata dengan urutan huruf yang salah misalnya: ibu ditulis ubi.
  • Kacau (sulit memahami) konsep kanan dan kiri.
  • Bingung membedakan antara obyek utama dan latar belakang.
  • Sulit mengkoordinasi antara mata (penglihatan) dengan tindakan (tangan, kaki dan lain sebagainya).

2. Gangguan Persepsi Auditori

  • Sulit membedakan bunyi; menangkap secara berbeda apa yang didengarnya.
  • Sulit memahami perintah, terutama beberapa perintah sekaligus.
  • Bingung/kacau dengan bunyi yang datang dari berbagai penjuru (sulit menyaring) sehingga susah mengikuti diskusi, karena sementara mencoba memahami apa yang sedang didengar, sudah datang suara (masalah) yang lain.

3. Gangguan Belajar Bahasa

  • Sulit memahami/menangkap apa yang dikatakan orang kepadanya.
  • Sulit mengkoordinasikan/mengatakan apa yang sedang dipikirkan.

4. Gangguan Perseptual – Motorik

  • Kesulitan motorik halus (sulit mewarnai, meng-gunting, menempel dan sebagainya).
  • Memiliki masalah dalam koordinasi dan dis-orientasi yang mengakibatkan canggung dan kaku dalam gerakannya.

5. Hiperaktivitas

  • Sukar mengontrol aktivitas motoriknya dan selalu bergerak (tak bisa diam).
  • Berpindah-pindah dari satu tugas ke tugas lain tanpa menyelesaikannya.
  • Impulsif.

6. Kacau  (Distractability)

  • Tidak bisa membedakan stimulus yang penting dan tidak penting.
  • Tidak teratur, karena tidak memiliki urutan-urutan dalam proses pemikiran.
  • Perhatiannya sering berbeda dengan apa yang sedang dikerjakannya (misalnya melamun atau mengkhayal saat belajar di sekolah).

“Masalah Kesulitan Belajar pada anak merupakan suatu keadaan yang banyak terjadi…. Namun, hal ini kadangkala luput dari deteksi, karena sering dianggap sebagai hal yang wajar. Kondisi ini jelas menimbulkan beban berat pada anak, keluarga, sekolah dan masyarakat di sekitarnya, saat ini maupun di kemudian hari”.